Minggu, 23 September 2018

Pengobatan herbal alami

Pengobatan herbal alami  -  Kebanyakan orang dengan atrial flutter memiliki beberapa bentuk penyakit jantung yang mendasarinya. Mereka membutuhkan perawatan medis untuk mengurangi denyut jantung dan untuk mempertahankan irama sinus normal (irama jantung normal). Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan detak jantung, untuk mengembalikan denyut jantung dan irama sinus normal, untuk mencegah episode kekambuhan di kemudian hari, dan untuk mencegah stroke.
Penanganann medis untuk atrial flutter adalah:
  • Mengendalikan detak jantung
  • Memulihkan dan mempertahankan irama yang normal
  • Mencegah kekambuhan di kemudian hari
  • Mencegah terjadinya stroke
Jika seseorang mengalami gejala klinis yang serius, seperti nyeri dada atau gagal jantung kongestif berkaitan dengan denyut ventrikel, dokter UGD akan menurunkan denyut jantung segera dengan obat yang disuntikkan melalui selang infus atau dengan melakukan sengatan listrik (defibrilasi) di bawah anestesi. Defibrilasi adalah teknik yang menggunakan arus listrik untuk melakukan syok jantung agar irma jantung kembali ke irama sinus normal. Defibrilasi kadang-kadang disebut DC kardioversi.
  • Defibrilasi dilakukan dengan menghubungkan perangkat yang disebut defibrillator eksternal ke dada pasien dengan patch atau dayung.
  • Ketika teknik ini dilakukan di rumah sakit, obat bius pertama diberikan sehingga orang tersebut sepenuhnya dibius dan tertidur selama prosedur; tidak ada rasa sakit yang terkait dengan prosedur.
  • Defibrilasi bekerja sangat baik; lebih dari 90% orang mampu mengkonversikan irama jantungnya tadi ke irama sinus normal. namun, ini bukan solusi-permanen untuk aritmia.
  • Defibrilasi sendiri meningkatkan risiko stroke dan dengan demikian, jika waktu memungkinkan, pasien sebaiknya mengkonsumsi dulu obat antikoagulan, biasanya selama tiga minggu.
Jika tidak ada gejala serius yang terjadi, orang dapat meminum obat sendiri.
Kadang-kadang, kombinasi obat-obat oral diperlukan untuk mengontrol denyut jantung.
Pada beberapa orang, prosedur invasif yang disebut radiofrequency ablation catheter dapat memberikan penanganan yang berhasil untuk jangka panjang, dan tidak ada obat tambahan mungkin diperlukan. Ini adalah teknik yang secara elektronik membakar dan menghancurkan beberapa jalur konduksi abnormal pada atrium.
  • Jalur abnormal akan dicari, dan kateter ditempatkan di lokasi ini tepat dalam sistem konduksi.
  • Setelah penempatan yang tepat, kateter memberikan energi frekuensi radio yang mengganggu (mengablasi) sebagian dari jalur konduksi listrik abnormal. Ablasi ini menginaktivasi jalur abnormal untuk memberikan aliran normal impuls listrik.
  • Teknik ini aman. Ketika bekerja, atrial flutter dapat disembuhkan secara permanen. Radiofrequency ablation catheter memiliki beberapa komplikasi dan, tidak seperti operasi, membutuhkan sedikit waktu pemulihan.
Memulihkan dan mempertahankan irama yang normal: Beberapa orang dengan atrial flutter baru didiagnosa dikonversi ke irama normal secara spontan dalam waktu 24-48 jam. Namun, atrial flutter bisa kambuh. Tujuan pengobatan adalah untuk menjaga detak jantung normal dan untuk mencegah jantung dari denyut yang terlalu cepat.
  • Tidak semua orang dengan atrial flutter membutuhkan obat anti-aritmia.
  • Frekuensi jantung ketika aritmia menentukan apakah obat anti-aritmia diindikasikan.
  • Dokter perlu hati-hati untuk menyesuaikan obat anti-aritmia untuk menghasilkan efek klinis yang diinginkan tanpa memerlukan dosis yang terlalu tinggi.
  • Sebagian besar obat anti-aritmia ini menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, sehingga penggunaannya perlu dibatasi dan benar-benar dipertimbangkan dengan matang.

Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami

Kami De Nature Herbal menyediakan Obat kanker payudara. Obat Herbal kami telah terdaftar di BPOM, DINKES, serta berlabel Halal dari MUI. Obat Herbal kami berbahan ekstrak tumbuhan dan ramuan khas pengobatan kanker payudara maupun jenis kanker lainnya.

obat herbal kanker payuara

Jika Anda ingin berkonsultasi langsung dengan kami atau ingin melakukan pemesanan produk herbal kami, silahkan hubungi kontak kami berikut:

customer service

Minggu, 09 September 2018

cara tradisional kanker payudara

cara tradisional kanker payudara - Kanker payudara adalah pertumbuhan sel yang abnormal pada jaringan payudara seseorang, bila sudah sampai stadium lanjut, pengangkatan payudara kadang-kadang dilakukan untuk keselamatan pasien. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang menakutkan bagi seorang wanita, hampir semua jenis kanker memiliki penyebab spesifik. Misalnya sebagian besar kasus kanker kulit disebabkan oleh sinar ultraviolet matahari, sedangkan kanker paru-paru disebabkan karena rokok. Namun tidak ada penyebab tunggal yang pasti untuk kanker payudara.
Perlu anda ketahui pada tahap stadium awal penyakit kanker payudara, kadang wanita tidak menyadarinya. Padahal stadium awal dari penyakit ini memang tidak ditemukan adanya benjolan ataupun hal yang aneh pada payudara, hal inilah yang kadang menjadi masalah bagi semua wanita dan pada akhirnya mereka baru menyadari setelah gejala kanker payudara tersebut semakin parah. Stadium awal kanker payudara memang kadang seperti wanita normal lainnya hanya saja kadang mereka merasakan sakit pada payudara secara tiba-tiba.
Pada tahap stadium awal kanker payudara pada wanita berbeda dengan pria, pada gejala awal penyakit ini wanita memang tidak merasakan benjolah ataupun rasa sakit apda payudara. Mereka menganggap mereka normal namun setelah beberapa saat akan timbul benjolan yang semakin membesar yang mengakibatkan berubahnya bentuk payudara, pada pria gejala tersebut hampir sama namun penyakit ini sangat jarang menyerang kaum pria.
Bagi anda yang tidak ingin mengalami stadium awal kanker payudara, anda bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan sejak dini. Mengapa banyak orang yang tidak mengetahui penyakit mematikan ini? Gejala dari penyakit ini sering diabaikan oleh penderita sehingga tiba-tiba mereka tahu menderita kanker payudara setelah stadium tertentu, banyak wanita terutama wanita usia dewasa yang tidak memiliki pengetahuan tentang kanker payudara.
Karena hal inilah sehingga pencegahan dan penanganan dini penyakit ini sulit dilakukan, karena pada umumnya gejala-gejala kanker tersebut terlihat dari beberapa kasus kecil yang seringkali dirasa tidak penting dan tidak berbahaya. Namun pada kenyataannya, pengenalan terhadap gejala-gejala awal kanker payudara dapat memaksimalkan penanganan sebelum kanker berkembang dan menjadi fatal. Beberapa tanda-tanda dari kanker ini umumnya luput dari pengawasan karena hal tersebut biasanya tidak akan mengganggu kondisi tubuh dalam beraktivitas, dan karena itu pula beberapa orang yang mengalaminya biasa mengabaikannya dengan mudah dan menganggapnya sebagai hal yang biasa-biasa saja.
Gejala kanker payudara
  • Timbul benjolan pada payudara serta mengalami pergantian bentuk
  • Kulit payudara mengalami pergantian warna menjadi merah muda-cokelat seperti kulit jeruk
  • Puting payudara masuk ke dalam payudara atau bisa juga dikatakan sebagai retraksi
  • Puting payudara mungkin hilang atau putus
  • Rasa sakit hilang dan timbul seiring pertumbuhan tumor yang semakin membesar
  • Kulit payudara seperti terbakarPayudara mengeluarkan cairan, baik itu darah ataupun cairan yang lain
  • Timbul borok pada payudara
Penyebab kanker payudara
  • Faktor genetik atau keturunan (memiliki riwayat keluarga yang mengalami penyakit kanker payudara)
  • Terkena radiasi ionisasi ketika sebelum dan sesudah pubertas
  • Terlalu banyak mengkonsumsi lemak atau serat
  • Merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol
  • Payudara sering dipencet dan diremas
  • Akibat penggunaan hormon estrogen
  • Gizi buruk
  • Sistem pertahanan tubuh yang gagal dibangun oleh tubuh
Salah satu pencegahan kanker payudara adalah pola makan yang sehat, diperkirakan satu dari tiga kasus kanker payudara karena faktor pola makan. Pola makan yang baik yang akan membantu mempertahankan sistem kekebalan tubuh Anda dan ini merupakan pencegahan penyakit yang paling ampuh, meskipun belum diketahui adanya makanan yang dapat menyembuhkan kanker, memakan makanan tertentu dan mengurangi makanan tertentu lainnya dapat menjadi tindakan pencegahan.
Makanan yang kaya serat, dapat membantu menurunkan kadar prolaktin dan estrogen, kemungkinan dengan mengikatkan diri pada hormon-hormon ini lalu membuangnya ke luar tubuh. Ini dapat menekan fase lanjut dari karsinogenesis (pembentukan kanker). Selain itu, mengurangi makanan berlemak jenuh dapat menurunkan risiko. Kacang kedelai dan produk kedelai tanpa difermentasi dapat menghambat pertumbuhan tumor.
Sayur-sayuran yang kaya vitamin A, seperti wortel, labu siam, ubi jalar, dan sayur-sayuran berdaun hijau tua seperti bayam, kangkung dan sawi hijau, mungkin dapat membantu. Vitamin A mencegah pembentukan mutasi penyebab kanker. Sedangkan buah-buahan dan sayuran yang kaya akan vitamin C menurunkan risiko kanker payudara.
Pada kulit manggis terdapat senyawa Xanthone yang merupakan kandungan zat antioksidan yang sangat tinggi. Bahkan kadar antioksidan yang terdapat pada Xanthone melebihi kadar antioksidan pada vitamin C dan E. Cara kerja xanthone dalam tubuh adalah dengan menetralkan pemegang fungsi utama kehidupan seluruh organ dalam tubuh manusia, yaitu darah.
Darah akan dibersihkan dari segala apa yang merugikan tubuh, seperti kolesterol, lemak, zat-zat kimia dan segala apa yang sifatnya merugikan tubuh. Dengan darah yang bersih, pembentukan sistem kekebalan tubuh akan lebih baik, produksi sel darah putih sebagai agen utama imun tubuh akan melimpah dan akan mampu melawan sel kanker payudara.
Tidak hanya kulit manggis yang memiliki senyawa aktif antikanker xanthone, Tetapi daun sirsak juga mempunyai khasiat yang sangat tinggi untuk mengatasi kanker. Karena pada daun sirsak terdapat senyawa yang sangat luar biasa yaitu accetogeninns yang memiliki daya kerja 10.000 kali lipat lebih kuat dalam hal membasmi serta menghambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan kemoterapi. Acetogenins ini bekerja dengan sangat selektif dengan hanya mematikan dan membunuh sel kanker tanpa melukai atau merusak sel yang masih sehat.
Payudara terbentuk dari lemak, jaringan ikat, dan ribuan lobulus (kelenjar kecil penghasil air susu). Saat seorang wanita melahirkan, Air Susu Ibu (ASI) akan dikirim ke puting melalui saluran kecil saat menyusui. Sel-sel dalam tubuh kita biasanya tumbuh dan berkembang biak secara teratur. Sel-sel baru hanya terbentuk saat dibutuhkan. Tetapi proses dalam tubuh pengidap kanker akan berbeda. Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami _ Proses tersebut akan berjalan secara tidak wajar sehingga pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel menjadi tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut juga bisa menyebar ke bagian-bagian tubuh lain melalui aliran darah. Inilah yang disebut kanker yang mengalami metastasis. Jika terdeteksi pada stadium awal, kanker dapat diobati sebelum menyebar ke bagian lain tubuh. Gejala awal kanker payudara adalah benjolan atau penebalan pada jaringan kulit payudara. Tetapi sebagian besar benjolan belum tentu menandakan kanker.


Gejala Dan Penyebab Kanker Payudara

 Kanker payudara memang tidak bisa dianggap remeh. Faktornya beragam, mulai dari gaya hidup yang berbeda hingga jenis makanan yang dikonsumsi tiap harinya.  Jenis kanker payudara yang dialami wanita bisa digolongkan menjadi dua. Pertama, kanker yang bermula di bagian saluran payudara (duktus laktiferus) atau yang lebih dikenal sebagai duktal karsinoma. Jenis kanker ini lebih banyak ditemukan dibanding jenis kanker lobular karsinoma, yakni kanker yang bermula dari bagian lobulus atau kelenjar susu.
Masih belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seseorang bisa terserang kanker payudara. Namun, sejumlah ahli menemukan bahwa faktor bawaan genetik menjadi salah satu penyebab umum seseorang terserang kanker ini. Sel kanker tidak menurun dari orang tua ke anak, tapi seseorang yang memiliki gen tertentu (BRCA1 dan BRCA2) memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara atau kanker rahim. Selain itu, faktor usia juga berpengaruh pada pembentukan sel kanker payudara. Semakin tua seorang wanita, semakin tinggi risikonya terhadap kanker ini. Tercatat, 80 persen penderita kanker payudara adalah wanita berusia di atas 50 tahun dan telah mengalami menopause.
Indikasi munculnya kanker payudara bisa dideteksi dengan munculnya benjolan di sekitar payudara yang disertai nyeri, Gejala ini muncul akibat adanya penebalan jaringan di payudara. Meski demikian, munculnya benjolan di sekitar payudara bisa saja hanya benjolan biasa dan tidak berisi sel kanker. Oleh karena itu, para wanita dihimbau untuk segera mengecek kondisi tersebut ke dokter untuk mencegah munculnya kanker.
Gejala lain kanker payudara adalah timbul rasa sakit di sekitar payudara dan ketiak, munculnya ruam merah dan kerutan di kulit payudara, bentuk puting payudara mengerut dan mengeluarkan darah, atau berubahnya ukuran pada salah satu atau kedua payudara. Penanganan kanker payudara bervariasi tergantung pada beberapa faktor, yakni jenis kanker payudara, stadium kanker, usia, dan juga kondisi kesehatan penderita saat itu.

Faktor Risiko Kanker Payudara

  1. Genetika. Anda wajib memerhatikan riwayat keluarga anda, apabila anda memiliki saudara atau leluhur yang terkena kanker payudara maka anda harus lebih waspada. Karena anda juga bisa terkena penyakit ini 4 kali lebih besar. Untuk itu, anda wajib sekali melakukan tes skrining pada payudara anda setiap rentan 6 bulan sekali agar anda bisa lebih aman jika terkena masalah yang sama.
  2. Wanita usia lansia. Wanita yang menginjak usia 50 tahun ke atas ternyata memiliki risiko tertinggi terkena masalah kanker payudara. Penyebabmya akibat dari perubahan hormon yang cukup signifikan di usia ini. Penyabab lainnya adalah karena sistem imun anda mulai melemah saat menginjak usia pertengan ini.
  3. Pubertas lebih awal. Saat ini banyak wanita yang mengalami pubertas lebih awal. Ternyata siklus ini juga bisa mempengaruhi anda terkena masalah kanker payudara. Ini biasanya karena hormon estrogen dan progesteron yang tidak stabil.
  4. Alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi oral semacam pil dapat mengurangi risiko kanker ovarium dan kanker rahim, tetapi jenis kontarasepsi ini juga memiliki banyak efek samping. Salah satunya adalah peningkatan risiko mengembangkan sel kanker payudara.
  5. Masalah hormon. Wanita yang memiliki masalah hormon seperti kebanyakan hormon testoteron bisa menyebabkan wanita itu terkena masalah kanker payudara.

Ciri Benjolan Kanker Payudara

  1. Munculnya benjolan di payudara. Benjolan di dalam payudara merupakan salah satu pertanda awal dari munculnya kanker payudara.
  2. Warna kulit payudara Anda berubah.
  3. Munculnya perubahan pada bagian puting disertai rasa nyeri.
  4. Muncul benjolan pada ketiak.

Cara Mencegah Kanker Payudara

  • Menjaga berat badan tetap ideal. Berat badan erat kaitannya dengan risiko kanker payudara. Wanita yang mengalami pertambahan berat badan atau obesitas setelah masa menopause, memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 30–60 persen. Sementara, wanita yang mengalami pertambahan berat badan atau obesitas sebelum masa menopause, risiko terkena kanker payudara 20–40 persen lebih tinggi dibanding dengan yang mempunyai berat badan normal. Perubahan berat badan dan waktu terjadinya kenaikan berat badan ini diduga berkaitan dengan keadaan hormon di dalam tubuh.
  • Utamakan makanan sehat. Meskipun mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran segar belum memberikan perlindungan yang efektif terhadap kanker payudara, setidaknya hal tersebut dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Wanita yang sudah terkena kanker payudara pun hidupnya dapat lebih berkualitas jika menghindari makanan berlemak. Daging berlemak, sosis, krim, margarin, mentega, dan minyak adalah sumber-sumber makanan untuk dihindari sebagai usaha pencegahan yang disarankan.
  • Luangkan waktu untuk berolahraga. Wanita yang aktif secara fisik dapat menurunkan risiko kanker payudara. Sebaliknya, risiko meningkat pada wanita yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mengolah fisiknya lagi. Standar untuk melakukan olahraga aerobik intensitas sedang (seperti bersepeda dan jalan cepat) adalah selama 2 jam 30 menit per minggu.
  • Menyusui bayi secara teratur. Meskipun tingkat penurunan risikonya kecil, menyusui bayi dapat membantu mencegah kanker payudara. Tiap 12 bulan menyusui, risiko terkena kanker payudara dapat berkurang sebesar 4,3 persen.
  • Hindari terkena paparan radiasi. Ada beberapa hal yang mungkin membuat Anda terpapar radiasi tingkat tinggi, misalnya penggunaan peralatan kesehatan CT scan, bekerja di tempat pengobatan yang menggunakan radiasi, dan terpapar asap kendaraan, serta bahan-bahan kimia. Lindungi diri Anda dari paparan tersebut dan semaksimal mungkin dihindari.

Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami

Kami De Nature Herbal menyediakan Obat kanker Payudara (Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami). Obat Herbal kami telah terdaftar di BPOM, DINKES, serta berlabel Halal dari MUI. Obat Herbal kami berbahan ekstrak tumbuhan dan ramuan khas pengobatan kanker payudara maupun jenis kanker lainnya.
 Jika Anda ingin berkonsultasi langsung dengan kami atau ingin melakukan pemesanan produk herbal kami, silahkan hubungi kontak kami berikut:

Kamis, 06 September 2018

Penyakit kanker payudara

Penyakit kanker payudara-Kanker payudara adalah suatu penyakit ganas payudara wanita dan memberikan angka kematian yang tinggi dari semua kanker. Biasanya wanita mengalami kanker ini pada umur 60-61 tahun. Untuk perbandingan, satu dari delapan wanita Amerika menderita kanker payudara.
Pada wanita, kanker payudara jarang terjadi pada umur sebelum 30 tahun dan angka kejadiannya meningkat setelah mati haid. Untuk alasan ini benjolan payudara yang terdapat pada wanita setelah mati haid dianggap sebagai kanker payudara sampai dibuktikan adanya penyakit lain. Walaupun bisa, tapi kanker payudara jarang terjadi pada pria. Bilapun hal ini terjadi, biasanya tidak sampai stadium lanjut.








 


PENYEBAB

Secara genetik, kanker payudara terjadi 3-4 kali lebih besar bila ibu penderita juga menderita kanker payudara yang terjadi sebelum masa menopause atau mati haid. Hal ini terjadi karena kromosom penyebab kanker tersebut bermutasi atau berubah secara lebih dini pada keluarga yang menderita kanker payudara dan ovarium.
Sedangkan dari sisi faktor hormonal, pemberian hormon Estrogen dan hormon Progesteron pada usia setelah mati haid dapat juga meningkatkan kejadian Kanker Payudara. Oleh karena itu, penggunaan terapi sulih hormon dengan Estrogen dan Progesterion dihentikan.
Faktor-faktor lain yang berhubungan dengan meningkatnya kanker payudara adalah:
o    Ras: kulit putih.
o    Umur: lanjut.
o    Riwayat keluarga: terdapatnya Kanker Payudara pada Ibu, adik wanita atau anak wanita.
o    Faktor Genetik: mutasi BRCA1 atau BCRA2.
o    Riwayat medis sebelumnya: Kanker Endometrium, Kanker pada Payudara sebelahnya.
o    Riwayat haid: Haid yang terjadi lebih awal ( dibawah umur 12 tahun ), Mati haid yang lebih lanjut ( di atas umur 50 tahun ).
o    Riwayat reproduksi: tidak melahirkan anak atau hamil pertama pada umur lanjut.

GEJALA

Kanker payudara umumnya tidak terasa nyeri, hanya kadang-kadang timbul rasa tidak nyaman. Kanker Payudara yang paling sering terjadi adalah yang tumbuh perlahan-lahan sebagai benjolan yang tidak nyeri.
Pada stadium awal, biasanya ditandai dengan adanya sejenis gumpalan di dalam payudara, tidak terasa nyeri, namun teraba keras, batas tidak jelas, terdapat gambaran yang abnormal pada pemeriksaan mamografi.
Pada stadium lanjut, terdapat retraksi kulit / puting payudara, pembesaran kelenjar getah bening ketiak, pembesaran payudara, bengkak, nyeri, warna kemerahan, gumpalan melekat pada kulit atau dinding dada, kulit terlihat seperti kulit jeruk, terlihat adanya luka pada kulit payudara. Penyebaran kanker dapat terjadi melalui saluran lymphe (limpa) atau aliran darah. Penyebaran lebih sering terjadi pada organ paru, tulang (terutama tengkorak, tulang belakang dan panggul) dan organ hati. Apabila memungkinkan, penyebaran kanker ini harus dipastikan dengan melakukan pemeriksaan biopsi kelenjar getah bening, pemeriksaan sinar-X terhadap tulang dan dada, pemeriksaan scanning hati dan tulang menggunakan radioaktip isotop.
Untuk menentukan adanya kanker payudara, perlu dilakukan pengetahuan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik payudara, pemeriksaan mamografi, pemeriksaan biopsi berupa pemeriksaan jaringan payudara yang diambil dari jaringan yang diambil dengan cara biopsi atau aspirasi biopsi dengan jarum suntik.


PENGOBATAN
Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker payudara, yaitu: tindakan kuratif (menyembuhkan) dan tindakan paliatif (meringankan penyakit tetapi tidak menyembuhkan).
Tindakan kuratif dianjurkan untuk penderita kanker payudara stadium klinik I, II dan III. Penderita yang sudah pada stadium T3, T4 diobati dengan multiple terapi tetapi kebanyakan tindakan paliatif (yang meringankan) dapat diberikan. Tindakan paliatif sendiri dapat dilakukan pada penderita kanker payudara pada stadium IV yang sudah mengalami penyebaran sel-sel kanker ke tempat-tempat yang jauh.
TINDAKAN KURATIF
A. Pilihan Pengobatan Primer
Pada saat ini penanganan standar untuk stadium I, stadium II dan kebanyakan stadium III adalah tindakan bedah yang dilanjutkan dengan pengobatan radiasi atau pengobatan sistemik bilamana diperlukan. Pengobatan tambahan baru lebih populer sejak benjolan kanker dapat mengecil karena pengobatan kemoterapi yang dilakukan sebelum tindakan bedah.
B. Tindakan Bedah
1. Pengobatan untuk mempertahankan payudara:
Ukuran benjolan kanker merupakan pertimbangan dalam upaya mempertahankan payudara. Benjolan dengan ukuran 4 cm umumnya dapat diangkat. Namun, benjolan yang lebih besar dari 4 cm merupakan kontra-indikasi yang relatif untuk melakukan tindakan pengangkatan benjolan tersebut. Penderita harus dapat menerima keadaan payudara secara kosmetis, yang juga tergantung dari ukuran besarnya payudara itu sendiri.
2. Pengangkatan Payudara
Tindakan pengangkatan payudara merupakan standar pengobatan pada kanker payudara stadium awal, meskipun pengobatan dengan radiasi lebih disukai pada tahap stadium awal ini karena penderita lebih menyukai menyelamatkan payudara mereka.
Pengangkatan payudara yang dimodifikasi (modified radical mastectomy) akan mengangkat kulit, puting payudara, dan daerah areola payudara, jaringan penutup otot dada dan kelenjar getah bening. Pada tindakan ini, pengobatan radiasi tidak diperlukan. Meskipun demikian, pengobatan radiasi akan diperlukan bila terdapat penyebaran ke kelenjar getah bening. Tindakan ini akan mempengaruhi dada penderita secara kosmetis.
Pengangkatan payudara secara radikal (radical mastectomy), akan mengangkat otot-otot dada yang berdekatan. Tindakan ini jarang dilakukan.
Tindakan membangun kembali payudara, cepat atau lambat perlu dibicarakan dengan penderita yang mengalami tindakan pengangkatan payudara. Penderita perlu membicarakan tentang tindakan ini dengan seorang dokter Ahli Bedah Plastik.
Pengobatan radiasi setelah pengangkatan sebagian payudara diberikan selama 5-7 minggu. Setiap 5 hari, pemberian fraksi dari dosis total sebanyak 5000 – 6000 cGy.
C. Pengobatan Sistemik Tambahan
Pada kenyataannya secara praktis, umumnya Dokter Oncologist (Ahli Penyakit Kanker) sering menggunakan pengobatan sistemik tambahan untuk penderitam, baik yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening ataupun belum.
1.Kemoterapi (pengobatan dengan obat anti kanker)
Setelah tindakan bedah dan pengobatan radiasi dilakukan, pemberian pengobatan secara sistemik dapat menambah besar umur harapan hidup. Pengobatan ini disarankan untuk diberikan kepada penderita kanker payudara yang dapat diobati. Efek samping dari pemberian obat kemoterapi yang paling sering terjadi adalah gangguan lambung yang berupa rasa mual dan muntah. Hal ini diatasi dengan pemberian obat yang berpengaruh pada susunan syaraf pusat. Obat yang mengandung growth factor (faktor pertumbuhan), seperti obat Erythropoietin, yang merangsang pembentukan sel-sel darah merah dan obat Filgrastim yang merangsang pembentukan dan pembedaan sel-sel darah dapat mencegah terjadinya Anemia dan Neutropenia (menurunnya sel-sel darah putih) akibat pemberian obat-obat kemoterapi. Obat-obat ini akan mengurangi angka kejadian infeksi yang merupakan komplikasi dari pengguanan obat kemoterapi. Obat Kemoterapi diberikan selama kurun waktu 3-6 bulan.
2. Pengobatan Hormonal
Pengobatan tambahan dengan hormon adalah efektif dalam menurunkan angka kematian penderita sebanyak 25%. Obat standar yang diberikan adalah tamoxifen selama 5 tahun. Tamoxifen sebaiknya diberikan sebagai obat sistemik pada wanita penderita kanker yang tergantung dari keberadaan hormon, tanpa memandang umur, status mati haid atau faktor prognostik lainnya.

TINDAKAN PALIATIF
A.    Radioterapi
Radioterapi dianjurkan untuk diberikan pada kanker yang sudah menyebar ke tempat-tempat yang jauh. Hal ini untuk menghindari terjadinya borok pada kulit penderita, rasa nyeri yang hebat, dan manifestasi lainnya pada payudara dan kelenjar getah bening. Pemberian radiasi ini juga berguna dalam pengobatan penyebaran kanker ke tulang dan jaringan lunak untuk mengatasi rasa nyeri dan mencegah patah tulang. Secara umum, radioterapi terutama berguna dalam pengobatan pada kasus penyebaran ke tulang, dinding dada, otak dan penekanan sumsum tulang belakang.
B.    Pengobatan Terarah
Pemberian hormon biasanya lebih berhasil pada wanita sesudah usia mati haid, bahkan pada mereka yang mendapatkan pengobatan dengan hormon Estrogen.
Pada penderita sebelum mati haid, pengobatan terarah dilakukan dengan pengobatan hormon primer dan sekunder atau tertier.
Sedangkan pada penderita sesudah mati haid, pengobatan dilakukan dengan pengobatan hormone secara primer, sekunder atau tertier, dan kemoterapi. Pengobatan hormon secara primer merupakan pengobatan pilihan untuk wanita sesudah mati haid dengan kanker payudara. Sedangkan pengobatan hormone secara sekunder atau tersier dipakai untuk pengobatan kanker payudara stadium lanjut bagi penderita yang sudah mati haid setelah pemberian terapi dengan pengobatan primer (dengan tamoxifen). Terakhir, pemberian kombinasi obat Kemoterapi lebih efektif dan direspon baik pada 60-80% penderita kanker payudara stadium IV.

Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami

Kami De Nature Herbal menyediakan Obat Kanker Payudara (Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami). Obat Herbal kami telah terdaftar di BPOM, DINKES, serta berlabel Halal dari MUI. Obat Herbal kami berbahan ekstrak tumbuhan dan ramuan khas pengobatan kanker payudara maupun jenis kanker lainnya.
obat kanker payudara
 Jika Anda ingin berkonsultasi langsung dengan kami atau ingin melakukan pemesanan produk herbal kami, silahkan hubungi kontak kami berikut;

customer service